Join Our Facebook


Facebook Admin LITING FAMILY


Group Facebook LITING FAMILY
Statistik Pengunjung

- Selamat datang di website Ikatan Sanak Keluarga Liting -

PostHeaderIcon Pangeran Nuh

Pangeran M Nuh ( Pangeran Anom Kusumo )

Tanjung Sejaro

Pangeran Nuh / Anom Kusumo adalah salah satu mantu Liting yang dalam masa hidupnya banyak memberikan teladan bagi anak cucunya. Untuk ini, kisah Pangeran Nuh---Pesirah Marga Pegagan Ilir Suklu I, sebagai lanjutan kisah sejarah Pangeran Liting dan Pangeran Malian---Pesirah Marga Pegagan Ilir Suku II.

Pemerintah Marga Pegagan Ilir Suku I mengalami masa jayanya di zaman pemerintahan Pangeran Nuh, yang adalah putra pertama Depati Dece dengan istrinya Rokeba, menggantikan Depati Ubit (Putra Dece dari istri yang lain) yang meninggal. Terakhir sekali dari dinasti Dece ini, ialah Depati Muhammad Nasaruddin (Putra Pangeran Nuh dari istrinya Habsah).

Pangeran Nuh ---selanjutnya sampai ke luar-luar Nuh saja, namanya dikenal dan dibicarakan sampai ke luar daerah, baik di “kalangan bawah” maupun “kalangan atas”. Ia bersahabat baik dengan Resident Palembang yang memerintah waktu itu. Ketika Resident ini pindah ke Banjarmasin, mereka masih meneruskan persahabatan dengan saling berkirim surat, surat-surat ini disimpan rapi pada arsip keluarga Mohammad Nasruddin.

Beliaupun bersahabat baik dengan Hoofds Demang Cek Gus yang dikenal sebagai Hoofd Djaksa (orang pribumi tertinggi pangkatnya pada zamannya di Palembang). Dengan Hoofd Demang atau Hoofd Djaksa ini hubungan ditingkatkan lagi dengan menjodohkan adik masing-masing, R.H.Mohmd.Ali dengan Mahani. (R.H.Mohmd Ali kemudian direkrut sebagai pemuka Administrator Kantor Marga di Tanjung Sejaro, setelah itu dipercaya pula sebagai Kepala Volks Bank (Bank Rakyat) yang pemula pula. Juga berkedudukan di Tanjung Sejaro.

Sahabat baik terkenal Pangeran Nuh lainnya ialah Demang Abdul Rozak, terakhir menjabat Resident dan merupakan Resident terakhir pula dalam sejarah Keresidenan Palembang. Merekapun meningkatkan hubungan dengan berbesanan. Anak Abdul Rozak, Sukainah, yang merupakan pencipta tari Gending Sriwijaya, menikah dengan Matjik Rosad, Putra Pangeran Nuh.

Marga Pegagan Ilir Suku I, khususnya Tanjung Sejaro, dikenal dan terkenal punya tata cara penyambutan dan sajian yang baik terhadap tamu-tamunya. Letaknya strategis. Sekarang bisa dicapai dalam tempo 30 menit dari Palembang arah ke selatan. Semua itu menyebabkan tanjung Sejaro selalu menjadi “sasaran” mewakili pedesaan secara umum untuk kunjungan daerah para petinggi dari pusat. Tidak kurang 3 mentri dan 2 duta besar pernah berkunjung ke sana (sebelum pemerintahan Marga ini lenyak sama sekali).

Ia memiliki kantor yang luas dengan tenaga-tenaga administrasi yang terampil dan telaten, sehingga konon, banyak kantor Marga lainnya yang mengirim orangnya untuk ditatar di sini. Kantornya sendiri merupakan satu-satunya kantor Marga yang memiliki hubungan telepon (sementara pesawat dan hubungan telepon itu sendiri masih “barang langka” pada zamannya). Entah di mana dan ke mana lenyapnya, begitu Dinasti Dece berakhir, berakhir pula masa perteleponan itu.

Tanjung Sejaro hanya sebuah dusun--sekarang desa kecil saja. Berpenduduk sekitar 1000 kk. Namun ada sederet lagi keunikannya ---kalau tidak akan disebut suatu keistimewaan, yang sempat dicatat,. Selain sudah terdapat Bank, ternyata Sekolah Dasar---dulu Vervolk School juga terdapat di desa ini. Padahal Tanjung Sejaro bukan Kecamatan, baru berpuluh tahun kemudian muncul apa yang dinamakan kecamatan, dan bukan di sini pula kedudukannya.

Maka di antara nama-nama Asisten demang itu terdapat nama Abdul Hamid, ayahanda Abdul Malik, mantan Wali Negara (Presiden) Negara Sumatera Selatan. Beliau, Abdul Malik, adalah salah seorang penanda tangan naskah penyerahan kedaulatan Indonesia dari Pemerintahan Belanda ke Pemerintah Republik Indonesia Serikat (1949). Tahun 1951, Pemerintah RIS ini bubar, Parlemen Indonesia yang parlementer (ketika itu) menghendaki Indonesia kembali ke Negara Kesatuan. Kemudian belum lengkap rasanya catatan ini tanpa mencatat hubungan Abdul Malik ini dengan keluarga Dece, ia adalah Bapak Mertua Drs R Harifki Thamri As. Belum lengkap pula catatan ini tanpa mencatat Jendral Tri Sutrisno yang adalah besan Jendral Ryacuddu. Semua ini tidak lepas dari bayang-bayang kemas Ali Jidin yang adalah orang besar, bayang-bayang Mas Ayu Ratu Muna, bahkan bayang-bayang Sultan mahmud Badaruddin itu sendiri.

 

 
Jam
Kalender
June 2017
MTWTFSS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930 
Tinggalkan Pesan
ShoutMix chat widget
Hit Counter