Join Our Facebook


Facebook Admin LITING FAMILY


Group Facebook LITING FAMILY
Statistik Pengunjung

- Selamat datang di website Ikatan Sanak Keluarga Liting -

PostHeaderIcon Sunan Sungai Goren

Pangeran Liting, Sunan Sungai Goren dan Sultan Palembang

Siapa Pangeran Liting? Sebagian besar anggota keluarga tentunya sudah cukup kenal dengan kakek buyut kita ini. Maklum, Ketika silsilah keluarga dibuat, masih ada beberapa cucunya yang masih hidup. Bahkan di antara mereka ada yang menjadi saksi hidup sistem pemerintahan marga dijalankan oleh putra pertama Liting, H Malian yang menggantikan ayahnya menjadi pesirah. Sayangnya cerita-cerita berharga itu belum semuanya terdokumentasi. Dan kini, para generasi sepuh kita itu satu per satu berpulang.

Satu pertanyaan yang hingga kini belum terjawab, siapa sebenarnya yang disebut-sebut sebagai Poyang Wadin? siapa ayahandanya?Dan apa hubungan kekerabatannya dengan Sunan Sungai Goren bahkan Sultan Palembang?

Dari tutur lisan para sesepuh kita didapat informasi bahwa Poyang wadin adalah kakek Pangeran Liting dari anaknya bernama Basiroen. Dari garis Basiroen inilah ditarik garis silsilah yang didokumentasikan pertamakali oleh H Zainal Arifin dan HM Kafen Maliani. Empat orang anak Basiroen yakni: Abdul Chalik  (Liting), Abdul Wahab, Abdul Hamid dan Dare'ah.

Sejenak kita simak kembali kisah perjalanan tiga saudara keturunan Sunan Sungai Goren yaitu Poyang Dolah, Poyang Bekal dan Poyang Wadin. Bersama rombongan kerabat dari Kesultanan Palembang, ketiga bersaudara ini melarikan diri. Mereka mengungsi ke daerah di luar Palembang, karena tidak mau tunduk pada Pemerintah Belanda. Mereka mengarungi Sungai Musi. Sesampainya di Muara Sungai Ogan, mereka berpencar. Namun tetap sama-sama ke hulu.

Ketika sampai di Muara Pegadungan Risan Jenang, yang sekarang dikenal dengan Talang Balai Baru, singgahlah Poyang Bekal. Dua saudara lagi melanjutkan perjalanan ke hulu hingga tiba di Serijabo. Adalah Poyang Dolah yang tinggal di sini. Sayangnya beliau meninggal ketika masih bujang dan dimakamkan di Serijabo.

Akhirnya, Poyang Wadin melanjutkan perjalanan sendirian. Tidak diketahui persis alasannya, mengapa tidak menetap di Serijabo. Mungkin karena Serijabo adalah dataran rendah.Di akhir pengembaraannya mencari tempat pengungsian yang aman, Poyang Wadin menjatuhkan pilihan pada Muara Batang Hari Pinang sebagai tempat bermukim---mungkin juga karena daerah ini merupakan dataran lebih tinggi dibanding Serijabo.

Sayangnya informasi tentang siapa ayahanda Poyang Wadin, sampai sekarang belum ditemukan. Ada yang mengatakan Poyang Wadin bernama asli Zainudin, menantu Sunan Sungai Goren (R Hafizkamil, Dece, Rokeba, anak, cucu dan cicik dan Bayang-bayang Kemas Alijidin), sumber lain mengatakan Poyang Wadin adalah cucu dari Sunan Sungai Goren (H Zainal Arifin dan H M Kafen Malyani)

Tapi jika ditarik garis dari Sunan Sungai Goren ke atas, dapat dilihat dengan jelas bahwa Sunan Sungai Goren adalah keturunan Sultan Palembang Darussalam. Sebagaimana layaknya keluarga Sultan, tentu silsilah keluarganya lebih tertata dan terhimpun dengan baik.

Wacana tentang Kakek Moyang kita adalah keturunan Palembang asli kini mulai terjawab, selain Pangeran Nuh yang adalah keturunan kerabat Sultan bernama Kemas Ali Jidin, Pangeran Liting pun sesunguhnya adalah keturunan Sunan Sungai Goren yang juga kerabat Sultan. Tidak heran jika sapaan asli yang hinga kini masih berlaku di keluarga adalah sapaan dari bahasa Palembang lama. Contonya "Teta" untuk anak perempuan yang paling tua. Pernah seorang nyai (orang Palembang asli) yang sudah sepuh terperanjat mendengar sapaan itu dan langsung menanyakan dari zuriat mana ia berasal, mengingat sapaan "Teta" yang ia dengar adalah bahasa Palembang lama yang kini sudah sangat jarang terdengar.

Sekarang, pencarian tentang Siapa Sunan Sungai Goren sebenarnya masih tetap berlangsung. Sebuah anugrah dari Allah SWT, dalam pencarian itu malah kita tersambung dengan komunitas Zuriat Kesultanan Palembang dan ternyata mereka pun tengah mencari siapa sebenarnya Poyang Wadin, dan apa hubungan kekerabatan beliau dengan Sunan Sungai Goren. Dan nama Sunan Sungai Goren itu sendiri? Belum terjawab!  Begitu indahnya silaturahim....

 

 

 

 
Jam
Kalender
August 2017
MTWTFSS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031 
Tinggalkan Pesan
ShoutMix chat widget
Hit Counter